Dinasti Qing (清朝, Qīng cháo, 1636–1912) adalah dinasti kekaisaran terakhir di Tiongkok, didirikan oleh klan Aisin Gioro dari Manchuria. Dinasti ini memerintah setelah Dinasti Ming, dengan kaisar-kaisar terkenal seperti Kangxi dan Qianlong, sebelum berakhir runtuh akibat Revolusi Xinhai dan turun tahtanya kaisar terakhir, Puyi.
ini piring jaman Kaisar Puyi abad ke 19 sebelum berakhirnya era kekaisaran menjadi Republik China.
Terbuat dari bahan Perak dengan ukiran Naga yang sanggat detail dan halus.... berat 100 Gram
dulunya kepunyaan Pengusaha kaya yang ada di China kemudian dibawa ke indonesia setelah migrasi pengusaha China ke indonesia akibat kekacauan politik di negara China.
Piring ini saya perhatikan dengan teliti sanggat indah naganya , naga dipercaya oleh orang Tiongha sebagai Pembawa keberuntungan.
bonus tempat sandaran piring yang terbuat dari Kayu Jati Kuno..
estimasi abad ke 19 ketika indonesia dibawah penjajahan belanda
The Qing Dynasty (清朝, Qīng cháo, 1636–1912) was the last imperial dynasty in China, founded by the Aisin Gioro clan of Manchuria. This dynasty ruled after the Ming Dynasty, with famous emperors such as Kangxi and Qianlong, before finally collapsing due to the Xinhai Revolution and the abdication of the last emperor, Puyi.
This plate dates from the era of Emperor Puyi in the 19th century, before the end of the imperial era and the Republic of China.
Made of silver with very detailed and delicate dragon carvings....weighs 100 grams.
It once belonged to a wealthy businessman in China and was then brought to Indonesia after the migration of Chinese businessmen to Indonesia due to political turmoil in China.
I examined this plate closely; the dragon is very beautiful; dragons are believed by the Chinese to bring good luck.
Bonus plate rest made of ancient teak wood...
Estimated date: 19th century, when Indonesia was under Dutch colonial rule.
Dinasti Qing (清朝, Qīng cháo, 1636–1912) adalah dinasti kekaisaran terakhir di Tiongkok, didirikan oleh klan Aisin Gioro dari Manchuria. Dinasti ini memerintah setelah Dinasti Ming, dengan kaisar-kaisar terkenal seperti Kangxi dan Qianlong, sebelum berakhir runtuh akibat Revolusi Xinhai dan turun tahtanya kaisar terakhir, Puyi.
BalasHapusini piring jaman Kaisar Puyi abad ke 19 sebelum berakhirnya era kekaisaran menjadi Republik China.
Terbuat dari bahan Perak dengan ukiran Naga yang sanggat detail dan halus.... berat 100 Gram
dulunya kepunyaan Pengusaha kaya yang ada di China kemudian dibawa ke indonesia setelah migrasi pengusaha China ke indonesia akibat kekacauan politik di negara China.
Piring ini saya perhatikan dengan teliti sanggat indah naganya , naga dipercaya oleh orang Tiongha sebagai Pembawa keberuntungan.
bonus tempat sandaran piring yang terbuat dari Kayu Jati Kuno..
estimasi abad ke 19 ketika indonesia dibawah penjajahan belanda
harga hanya 7 juta
Tertarik?
hubungin : 089-999-26-779
siap kirim keluar kota
The Qing Dynasty (清朝, Qīng cháo, 1636–1912) was the last imperial dynasty in China, founded by the Aisin Gioro clan of Manchuria. This dynasty ruled after the Ming Dynasty, with famous emperors such as Kangxi and Qianlong, before finally collapsing due to the Xinhai Revolution and the abdication of the last emperor, Puyi.
BalasHapusThis plate dates from the era of Emperor Puyi in the 19th century, before the end of the imperial era and the Republic of China.
Made of silver with very detailed and delicate dragon carvings....weighs 100 grams.
It once belonged to a wealthy businessman in China and was then brought to Indonesia after the migration of Chinese businessmen to Indonesia due to political turmoil in China.
I examined this plate closely; the dragon is very beautiful; dragons are believed by the Chinese to bring good luck.
Bonus plate rest made of ancient teak wood...
Estimated date: 19th century, when Indonesia was under Dutch colonial rule.