Kangjeng Susuhunan Pakubuwana X lahir pada 29 November 1866 di Surakarta dan wafat di Surakarta 22 September 1939. Bendara Raden Mas Gusti (B.R.M.G) Sayiddin Malikul Kusno adalah nama masa kecilnya. Ia adalah putra Susuhunan Pakubuwana IX dengan permaisuri KRAy. Kustiyah, putri dari Pangeran Wijoyo II, dari Kesultanan Yogyakarta
PB X pada usia tiga tahun, yaitu pada 4 Oktober 1869, diangkat menjadi putera mahkota dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (K.G.P.A) Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram.
Pada 30 Maret 1893 ia menjadi raja Surakarta Adiningrat, dua minggu setelah ayahandanya, Pakubuwana IX wafat. Pada 3 Januari 1901 ia mengangkat dirinya dari Sunan menjadi Susuhunan. Ia wafat pada 22 Februari 1939 di Surakarta dalam usia 70 tahun
Meskipun PB X menjadi raja dan berkuasa di keraton dan wilayahnya, dapat dikatakan ia bukan orang yang merdeka. Segala urusan administrasi atau surat-menyurat dari dalam dan keluar keraton harus melalui residen. Bahkan untuk surat yang merupakan urusan keluarga. Oleh karena itu tidak mengherankan jika PB X mengembangkan lebih banyak politik simbolis dibandingkan dengan politik substantif
Selain berhasil mengelola simbol mystic-mythico-religious, PB X juga ahli mengolah simbol-simbol interkultural, Timur (Jawa) dan Barat. Ia adalah simbol tradisi Islam dan Jawa. Tradisi Islam dipelihara dan tradisi Jawa dihidupkan. Setiap bulan Maulud, Sunan akan memberikan hadiah kepada orang Arab, Bengal, Koja, Banjar, dan para haji yang berzikir di masjid. Masing-masing orang memperoleh dua gulden. Para haji tersebut berasal dari Surakarta, Yogyakarta, Madiun, Semarang, Besuki, bahkan dari tanah Priangan. Selain orang-orang tersebut, dibagikan pula beras kepada para orang miskin.
saya dapatkan foto ini dari seseorang yg dimana kakeknya pernah bekerja untuk istana keraton jawa untuk Sri Sultan Pakubuwana X . dimana saat itu indonesia belum merdeka dan masih dibawah penjajahan belanda
kayu bingkainya sedikit rapuh maklum ini foto tua, tapi bingkai dan foto masih terawat dengan baik, menurut pemilik sebelumnya ini foto keluaran tahun 1915.
Kangjeng Susuhunan Pakubuwana X lahir pada 29 November 1866 di Surakarta dan wafat di Surakarta 22 September 1939. Bendara Raden Mas Gusti (B.R.M.G) Sayiddin Malikul Kusno adalah nama masa kecilnya. Ia adalah putra Susuhunan Pakubuwana IX dengan permaisuri KRAy. Kustiyah, putri dari Pangeran Wijoyo II, dari Kesultanan Yogyakarta
BalasHapusPB X pada usia tiga tahun, yaitu pada 4 Oktober 1869, diangkat menjadi putera mahkota dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (K.G.P.A) Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram.
Pada 30 Maret 1893 ia menjadi raja Surakarta Adiningrat, dua minggu setelah ayahandanya, Pakubuwana IX wafat. Pada 3 Januari 1901 ia mengangkat dirinya dari Sunan menjadi Susuhunan. Ia wafat pada 22 Februari 1939 di Surakarta dalam usia 70 tahun
Meskipun PB X menjadi raja dan berkuasa di keraton dan wilayahnya, dapat dikatakan ia bukan orang yang merdeka. Segala urusan administrasi atau surat-menyurat dari dalam dan keluar keraton harus melalui residen. Bahkan untuk surat yang merupakan urusan keluarga. Oleh karena itu tidak mengherankan jika PB X mengembangkan lebih banyak politik simbolis dibandingkan dengan politik substantif
Selain berhasil mengelola simbol mystic-mythico-religious, PB X juga ahli mengolah simbol-simbol interkultural, Timur (Jawa) dan Barat. Ia adalah simbol tradisi Islam dan Jawa. Tradisi Islam dipelihara dan tradisi Jawa dihidupkan. Setiap bulan Maulud, Sunan akan memberikan hadiah kepada orang Arab, Bengal, Koja, Banjar, dan para haji yang berzikir di masjid. Masing-masing orang memperoleh dua gulden. Para haji tersebut berasal dari Surakarta, Yogyakarta, Madiun, Semarang, Besuki, bahkan dari tanah Priangan. Selain orang-orang tersebut, dibagikan pula beras kepada para orang miskin.
saya dapatkan foto ini dari seseorang yg dimana kakeknya pernah bekerja untuk istana keraton jawa untuk Sri Sultan Pakubuwana X .
dimana saat itu indonesia belum merdeka dan masih dibawah penjajahan belanda
kayu bingkainya sedikit rapuh maklum ini foto tua, tapi bingkai dan foto masih terawat dengan baik, menurut pemilik sebelumnya ini foto keluaran tahun 1915.
harga hanya 2 juta saja
Tertarik???
Hubungin: 089-999-26-779
ditunggu teleponnya, minimal sms deh
siap kirim ke luar kota