Rabu, 11 Januari 2017

TAHTA UNTUK RAKYAT "LANGKA"

1 komentar:

  1. Dalam buku “ Tahta untuk Rakyat “ menceritakan bagaimana Sri Sultan mengabdikan seluruh hidupnya untuk rakyatnya.
    Berbagai tindakan dan suri tauladan Sultan sebagai seorang raja yang mengayomi dan benar-benar mengabdi untuk rakyatnya dapat anda baca di buku ini.

    Dan seperti yang sudah admin tulis di awal,
    Sultan Hamengku Buwono IX terkenal merakyat atau low profil.
    Banyak kisah menarik yang terjadi antara Sultan dan masyarakat Yogyakarta.

    Pada artikel kali ini , admin akan ceritakan bagaimana Sultan membuat pingsan seorang pedagang beras.
    Kog bisa ?…penasaran bukan ?
    Yuk mari kita simak cerita singkatnya,

    Pada waktu itu , seperti kebiasaannya Sultan suka sekali jalan-jalan dengan mobilnya .
    Kejadian ini terjadi pada tahun 1946, Sultan membuat seorang wanita pedagang beras pingsan.
    Hal ini pernah disaksikan langsung oleh SK
    Trimurti, istri dari Sayuti Melik, pengetik
    naskah proklamasi.
    Dalam buku ‘Takhta Untuk Rakyat’ wanita yang merupakan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia itu menceritakan bagaimana dirinya mengalami langsung sikap ringan tangan Sultan.
    Kejadiannya berlangsung pada tahun 1946,
    ketika pemerintah Republik Indonesia pindah ke Jogjakarta.
    Saat itu, Trimurti dari Jalan Malioboro ke utara menuju ke rumahnya di Jalan Pakuningratan (Utara Tugu). Dia penasaran dengan kerumunan yang ada.
    Setelah ditanyakan, ternyata ada wanita
    pedagang yang jatuh pingsan di depan pasar. Ternyata yang membuat warga berkerumun bukan karena wanita yang jatuh pingsan di pasar, melainkan penyebab wanita itu jatuh pingsan.

    Ceritanya berawal ketika wanita pedagang
    beras ini memberhentikan jip untuk menumpang ke pasar Kranggan.
    Setelah sampai di Pasar Kranggan, sang
    pedagang wanita ini meminta sang sopir
    untuk menurunkan semua dagangannya.
    Setelah selesai dan bersiap untuk membayar jasa, dengan halus, sang sopir menolak pemberian itu. Dengan nada emosi, wanita pedagang ini mengatakan kepada sang sopir, apakah uang yang diberikannya kurang.
    Tetapi tanpa berkata apapun sang sopir
    berlalu menuju ke arah selatan.
    Seusai kejadian itu, seorang polisi datang
    menghampiri dan bertanya kepada pedagang wanita itu.
    “Apakah mbakyu tahu, siapa sopir
    tadi?” tanya polisi.
    “Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak
    perlu tahu namanya. Memang sopir satu ini
    agak aneh.” jawab sang wanita dengan nada emosi.
    “Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih
    tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku
    Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini.” jawab sang polisi.
    Kaget mendapat penjelasan polisi tersebut , wanita pedagang itu pingsan setelah
    mengetahui sopir yang dimarahinya karena
    menolak menerima uang imbalan dan
    membantunya menaikan dan menurunkan
    barang dagangan, adalah Sultan Hamengku
    Buwono IX.

    yang MEMBEDAKAN buku ini adalah : ADA TANDA TANGA ASLI SRI SULTAN "RAJA JAWA"

    Hrag buku ini hanya 400 ribu rupiah.

    Tertarik?

    Hubungin: 089-999-26-779

    Ditunggu teleponnya, minimal sms deh

    siap kirim ke luar kota

    Salam Budaya

    BalasHapus