Jumat, 15 Mei 2015

UANG VOC "JADILAH SAKSI SEJARAH KEBESARAN VOC"

3 komentar:

  1. SAYA DAPAT 100 KEPING KOIN VOC ADA PECAHAN 1 DUIT DAN PECAHAN YANG TERBESAR., DIKETEMUKAN SAAT PENGGALIAN..

    JADILAH SAKSI SEJARAH TERHADAP KEBESARAN KAMAR DAGANG BELANDA DI DUNIA "VOC"

    UANG VOC INI SAYA JUAL PER KEPING HANYA 100 RIBU RUPIAH

    HUBUNGIN 089-999-26-779 DITUNGGU TELEPONNYA. MINIMAL SMS DEH YA.. OKE BRO... SIAP KIRIM KE LUAR KOTA

    BalasHapus
  2. Setelah Portugis sampai di Nusantara, pertama kali di Malaka, kedatangannya kurang disambut hangat oleh bangsaIndonesia. Akibatnya, Alfonso d’ lberqueque melancarkan upaya balas dendam ke Malaka dan tahun 1511 berhasil ditaklukkan.

    Setelah bangsa Portugis tiba di Nusantara, datang pula bangsa Spanyol, yang juga melakukan pelayaran samudra (malakukan pelayaran jalur barat). Armada Spanyol sampai di Maluku tahun 1521 dipimpin oleh Belcano (yang menggantikan Magellan yang terbunuh di Filipina). Setelah kesuksesan kedua negara ini, Inggris juga melakukan ekspedisi ke Nusantara dan sampai tahun 1604 di Ternate.

    Sedangkan Belanda, yang sampai lebih dulu dibanding Inggris, memulai ekspedisi tahun 1595 dan tiba di Banten tahun 1596. Tapi sayang, kedatangannya tidak mendapat sambutan hangat dari masyarakat Banten. Melakuakan ekspedisi kedua lagi tahun 1598 di bawah pimpinan Jacob van Neck, kali ini sambutan yang didapat cukup baik.

    Belanda setelah itu langsung mendirikan perusahaan/organisasi dagang di Indonesia. Berrnama VOC pada tahun 1602. Tujuan dibentuknya VOC ini ialah untuk menguasai monopoli perdagangan di Indonesia. Karena, sejak kedatangan bangsa Belanda di Indonesia, banyak pedagang-pedagang Belanda yang datang di Indonesia untuk membeli rempah-rempah yang saat itu memang sangat terkenal sekali di Eropa (sebelum jalur Konstantinopel dikuasai Ottoman, bangsa Belanda sudah mengenal rempah-rempah Asia. Tapi tidak tahu darimana rempah-rempah itu berasal. Setelah jalur perdagangan itu terputus, bangsa Eropa menjadi bersemangat untuk melakukan penejelajahan samudra untuk menemukan sumber rempah-rempah tersebut).

    Karena banyaknya bangsa Eropa yang datang di Indonesia, menyebabkan bangsa Indonesia untung, karena dengan begitu mereka bisa menawarkan harga rempah-rempah setinggi-tingginya pada bangsa Eropa yang akan membeli rempah-rempah mereka. Namun dengan adanya VOC, harga rempah-rempah dapat ditentukan dengan bebas oleh bangsa Belanda. VOC juga didirikan untuk menghindari persaingan dagang di Nusantara oleh bangsa Eropa.

    Eropa saat itu sedang mengaplikasikan sistem ekonomi merkantilisme, yaitu sistem ekonomi yang melibatkan pemerintah secara langsung, begitu pula dengan Belanda. Dengan adanya sistem ekonomi merkantilisme ini, menyebabkan pemerintah Belanda turut campur dengan perekonomian di Indonesia. Muncul hak oktori (hak istimewa), yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada VOC.

    BalasHapus
  3. Hak-hak tersebut meliputi pembentukan militer, monopoli dagang, mencetak uang, pendirian benteng, serta perjanjian dengan raja-raja di nusantara.Selain memonopoli perdagangan, VOC juga melakukan perluasan wilayah dengan mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitar Banten. Setelah kerajaan tersebut kalah, maka raja tersebut dipaksa untuk membuat perjanjian yang intinya kerajaan tersebut takluk dibawah kekuasaan VOC. Meskipun begitu, kerajaan tersebut tetap berdiri seperti biasa, hanya saja kedaulatan yang ada hilang. Karena itulah, sampai sekarang masih ada kerajaan-kerajaan yang berdiri di bawah pemerintahan RI (contoh keraton Jogja).

    Kekuasaan VOC di Indonesia ini bertahan hingga dua abad lamanya. Dari tahun 1602 – 1799. Tanggal 31 Desember 1799, pemerintah Belanda membubarkan VOC (sebenarnya bukan dibubarkan, hanya menghilangkan atau mencabut hak oktori yang ada. Sehingga secara tidak langsung kekuasaan VOC di Indonesia pun menghilang).

    Banyak faktor-faktor yang menyebabkan dibubarkannya VOC. Karena seperti rezim-rezim kebanyakan, yang akan runtuh ketika terlalu lama berkuasa.Yang paling menonjol ialah karena banyak pegawai VOC sendiri yang melakukan korupsi. Sehingga menyebabkan VOC mengalami kesulitan keuangan, juga disebabkan oleh biaya pegawai-pegawai yang sangat tinggi. Sedangkan pengeluaran Belanda lainnya juga banyak, seperti biaya perang melawan Inggris juga perang yang terjadi di Indonesia sendiri untuk keperluan perluasan wilayah dan daerah-daerah lain yang menyerang. Faktor lain ialah banyaknya hutang, dan adanya saingan dengan kongsi dagang lainya (seperti EIC). Belanda sendiri juga menilai, bahwa VOC tidak mampu memimpin Indonesia lagi, Belanda takut, jika kekuasaan VOC tetap dilanjutkan, bisa-bisa Indonesia jatuh ke tangan bangsa Eropa lainnya yang juga sama-sama mengincar Indonesia. Karena itu lebih baik kekuasaan di Indonesia dipegang langsung oleh Belanda.

    Dengan begitu, setelah kekuasaan VOC berakhir di Indonesia, Belanda mengangkat seorang gubernur jendral untuk memimpin/mengatur Indonesia dibawah kekuasaan negara Belanda. Pada awal abad ke-19 itulah, kolonialisme Belanda di Indonesia dimulai.

    BalasHapus